Senin, 16 Februari 2015

penguat sinyal mosfet(Mosfet)

Penguat sinyal menggunakan FET memiliki keuntungan impedansi input yang sangat tinggi sehingga dapat digunakan untuk menguatkan sinyal yang sangat lemah (kecil). Untuk membuat penguat sinyal menggunakan FET dapat dilakukan dengan pemberian tegangan bias pada FET, pada dasarnya pemberian tegangan bias pada FET adalah antara Gate dan Source harus mendapat tegangan bias mundur. Tegangan bias untuk FET dapat diberikan dengan berbagai cara. Diantara yang paling banyak digunakan untuk rangkaian penguat FET adalah self-bias. Pemberian tegangan bias yang tepat akan menjamin FET dapat bekerja pada daerah yang aktif. Penguat Sinyal FET Mode Self Bias Common Source Seperti halnya pada penguat transistor bipolar, penguat FET juga dapat dirangkai dalam beberapa konfigurasi. Konfigurasi penguat JFET dengan source sebagai terminal bersama disebut dengan penguat Common Source (CS). Rangkaian penguat CS dapat dilihat pada gambar berikut. Untuk menganalisa parameter penguat seperti Av, Zi, dan Zo, rangkaian penguat tersebut perlu diubah menjadi rangkaian ekivalen ac. Rangkaian Penguat Sinyal dengan FET Mode Self bias Common Source Pembuatan rangkaian ekivalen ac tersebut didasarkan atas asumsi bahwa pada kondisi ac semua kapasitor termasuk kapasitor kopling (C1 dan C2) dan by-pass (CS) dianggap hubung singkat. Dengan demikian RS seolah-olah tidak ada karena telah dihubung singkat oleh CS. Pada rangkaian ekivalen ac terminal source langsung terhubung ke ground. Sumber tegangan VDD juga dianggap hubung singkat ke ground. Analisis pertama adalah menentukan penguatan tegangan (Av). Dengan menerapkan hukum Kirchhoff pada ikal output dapat diperoleh Av sebagai berikut: Apabila harga rds diabaikan (atau tidak diketahui) yang disebabkan karena rds >> RD, maka : Tanda negatip pada kedua persamaan tersebut menunjukkan bahwa antara sinyal output dan input berbeda fasa 180° atau berlawanan fasa. Impedansi input (Zi) dari rangkaian tersebut adalah: Sebenarnya impedansi rangkaian penguat tersebut (Zi) adalah paralel antara RG dengan impedansi input FET. Akan tetapi karena impedansi input FET sangat tinggi (≈109 Ω harga tipikal untuk JFET dan 1012 hingga 1015 Ω harga tipikal untuk MOSFET), maka praktis yang menentukan impedansi input rangkaian adalah RG. Impedansi output (Zo) dari JFET adalah Zo (FET) = rds. Sedangkan impedansi input dari rangkaian adalah paralel antara rds dengan RD adalah  Zo =rds||RD. Sedangkan impedansi input dari rangkaian adalah paralel antara rds dengan RD adalah Zo =RD. 

Read more at: http://elektronika-dasar.web.id/teori-elektronika/fet-sebagai-penguat-sinyal-lemah/
Copyright © Elektronika Dasar

Pengertian MOSFET

MOSFET (Metal Oxide Semiconductor Field Effect Transistor) merupakan salah satu jenis transistor yang memiliki impedansi mauskan (gate) sangat tinggi (Hampir tak berhingga) sehingga dengn menggunakan MOSFET sebagai saklar elektronik, memungkinkan untuk menghubungkannya dengan semua jenis gerbang logika. Dengan menjadikan MOSFET sebagai saklar, maka dapat digunakan untuk mengendalikan beban dengan arus yang tinggi dan biaya yang lebih murah daripada menggunakan transistor bipolar. Untuk membuat MOSFET sebgai saklar maka hanya menggunakan MOSFET pada kondisi saturasi (ON) dan kondisi cut-off (OFF). Kurva Karakteristik MOSFET Wilayah Cut-Off (MOSFET OFF) Pada daerah Cut-Off MOSFET tidak mendapatkan tegangan input (Vin = 0V) sehingga tidak ada arus drain Id yang mengalir. Kondisi ini akan membuat tegangan Vds = Vdd. Dengan beberapa kondisi diatas maka pada daerah cut-off ini MOSFET dikatakan OFF (Full-Off). Kondisi cut-off ini dapat diperoleh dengan menghubungkan jalur input (gate) ke ground, sehingga tidaka ada tegangan input yang masuk ke rangkaian saklar MOSFET. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut. Gambar Rangkaian MOSFET Sebagai Saklar Pada Kondisi Cut-Off Karakeristik MOSFET pada daerah Cut-Off antara lain sebagai berikut. Input gate tidak mendapat tegangan bias karena terhubung ke ground (0V) Tegangan gate lebih rendah dari tegangan treshold (Vgs < Vth) MOSFET OFF (Fully-Off) pada daerah cut-off ini. Tidak arus drain yang mengalir pada MOSFET Tegangan output Vout = Vds = Vdd Pada daerah cut-off MOSFET dalam kondisi open circuit. Dengan beberapa karakteristik diatas maka dapat dikatakan bahawa MOSFET pada daerah Cut-Off merupakan saklar terbuka dengan arus drain Id = 0 Ampere. Untuk mendapatkan kondisi MOSFET dalam keadaan open maka tegnagan gate Vgs harus lebih rendah dari tegangan treshold Vth dengan cara menghubungkan terminal input (gate) ke ground. Wilayah Saturasi (MOSFET ON) Pada daerah saturasi MOSFET mendapatkan bias input (Vgs) secara maksimum sehingga arus drain pada MOSFET juga akan maksimum dan membuat tegangan Vds = 0V. Pada kondisi saturasi ini MOSFET dapat dikatakan dalam kondisi ON secara penuh (Fully-ON). Gambar Rangkaian MOSFET Sebagai Saklar Pada Kondisi Saturasi Karakteristik MOSFET pada kondisi saturasi antar lain  adalah : Tegangan input gate (Vgs) tinggi Tegangan input gate (Vgs) lebih tinggi dari tegangan treshold (Vgs>Vth) MOSFET ON (Fully-ON) pada daerah Saturasi Tegangan drain dan source ideal (Vds) pada daerah saturasi adalah 0V (Vds = 0V) Resistansi drain dan source sangat rendah (Rds < 0,1 Ohm) Tegangan output Vout = Vds = 0,2V (Rds.Id) MOSFET dianalogikan sebagai saklar kondisi tertutup Kondisi saturasi MOSFET dapat diperoleh dengan memberikan tegangan input gate yang lebih tinggi dari tegangan tresholdnya dengan cara menghubungkan terminal input  ke Vdd. Sehingga MOSFET mejadi saturasi dan dapat dianalogikan sebagai saklar pada kondisi tertutup

Read more at: http://elektronika-dasar.web.id/teori-elektronika/mosfet-sebagai-saklar/
Copyright © Elektronika Dasar

Rangkaian Pengusir Nyamuk


rangkaian pengusir nyamuk

           Rangkaian Pengusir Nyamuk adalah rangkaian elektronika yang tersusun dari beberapa rangkaian flip flop. Rangkaian ini hanya menggunakan flip flop dengan bentuk gelombang yang tidak simetri sehingga di peroleh frekuensi dasar 5 KHz dengan komponen harmoniknya. Komponen osilator yang terdapat pada rangkaian buzzer juga harus di hilangkan, sehingga bunyi yang nantinya di hasilkan sama seperti rangkaian fli flop pada umumnya.
            Rangkaian pengusir nyamuk sederhana hanya membutuhkan komponen utama sebagia ini dari rangkaian tersebut adalah dua resistor. Prinsip kerja rangkaian nyamuk ialah menghasilkan suara dengan frekuensi tinggi yang hampir mirip dengan suara nyamuk jantan. Itu di karenakan nyamuk yang sering menggigit manusia adalah nyamuk betina.

Gambar Skema Rangkaian Pengusir Nyamuk

Rangkaian Pengusir Nyamuk
Daftar komponen yang diperlukan :
R1 = 10K
R2 = 680 ohm 1/4watt
R3 = 1oo ohm 1/4watt
D1 = IN4001
P1 = potensio lineir
C1 = 0,01mf
Tr1 = UJT2646
Tr2 = BC548
Ls = tweeter

            Rangkaian Pengusir Nyamuk di dasarkan pada teori bahwa serangga seperti nyamuk dapat di hilangkan dengan menggunakan frekuensi suara delam rentang 20 KHz ultrasonik. Komponen lainnya adalah PLL IC CMOS 4047 yaitu kabel sebagai osilator yang bekerja di 22 KHz. Sebuah penguat simetri pelengkap yang terdiri dari empat transistor digunakan untuk memperkuat suara.
IC CD4047B mampu beroperasi baik dalam modus monostable atau astabil. Hal ini membutuhkan sebuah kapasitor eksternal (antara pin 1 dan 3) dan resistor eksternal (antara pin 2 dan 3) untuk menentukan lebar keluaran dalam modus monostable dan frekuensi output dalam modus astabil.
Operasi astabil diaktifkan secara tingkat tinggi pada input astabil atau tingkat rendah pada input astabil. Frekuensi output (pada siklus kerja 50%) di Q dan output Q ditentukan oleh komponen waktu. Sebuah frekuensi dua kali lipat dari Q tersedia di Output Oscillator; siklus kerja 50% tidak dijamin.
              Operasi monostable diperoleh bila perangkat dipicu oleh rendah ke tinggi transisi pada masukan pemicu atau tinggi tolow transisi pada input memicu b. Perangkat dapat retriggered dengan menerapkan transisi rendah ke tinggi simultan untuk baik pemicu dan masukan retrigger. Demikian penjelasan singkat dari rangkaian pengusir nyamuk, semoga rangkaian kali ini berguna dan dapat membasmi nyamuk yang ada di rumah kita.

Mengenal & mengukur komponen elektronika


2. KAPASITOR

Nama lainnya adalah kondensator. Adalah komponen yang terdiri dari 2 pelat logam yang dipisahkan dengan isolator. Isolator ini menunjukkan nama dari kapasitor tersebut. Ukuran kapasitor adalah Farad.

1 Farad (F) = 1.000.000 mikro Farad (F)
1 mikro Farad (F) = 1.000 nano Farad (nF)
1 nano Farad (nF) = 1.000 piko Farad (pF)

Sifat kapasitor adalah dapat menerima arus listrik dan menyimpannya dalam waktu yang relatif.

Adapun jenis – jenis kapasitor berdasarkan isolatornya adalah sebagai berikut :

a. Kondensator Elektrolit / ELCO (kondensator yang memiliki polaritas, kaki + dan kaki -)
b. Kondensator Keramik
c. Kondensator Mylar
d. Kondensator Mika
e. Kondensator Kertas

Penggunaan kapasitor dalam rangkaian :
• Sebagai perata arus
• Sebagai penyimpan arus listrik



Simbol Kondensator dalam Rangkaian adalah "C" dan simbol gambarnya adalah :


Cara Membaca Elco

Misalnya dibadan ELCO tertera tulisan 10uF/16v berarti ELCO tersebut memiliki ukuran 10 mikro farad dan tegangan kerjanya maksimal 16v. Jika tegangan yang diberikan lebih besar dari tegangan kerja maka ELCO akan rusak. Sisi ELCO yang terdapat tanda panah menunjukkan kaki disisi tersebut adalah kaki negatif.

Cara Membaca Kapasitor Keramik / Mika / Mylar

Misalnya di badan kapasitor tersebut tertera tulisan 103 artinya :
• Angka I : melambangkan angka
• Angka II : melambangkan angka
• Angka III : melambangkan jumlah nol & ukurannya dalam piko Farad.
Jadi nilai kapasitor tersebut adalah 10.000 pF = 10 nF = 0,01uF.

Mengukur Elco Dengan Multitester

Sebenarnya cara yg saya sampaikan ini kurang pas untuk cek elco, dan cara yg tepat mengukur elco adalah dengan CAPACITANCE METER, dan dia akan menunjukkan kapasitas yg sebenarnya yg dimiliki elco itu. Tapi cara ini juga lumayan cukup membantu, berikut caranya :

1. Putar batas ukur pada Ohmmeter X1 / X10 untuk elco yang ukurannya besar dan X100 / X1K untuk elco yang ukurannya kecil.
2. Hubungkan probe ke masing-masing kaki ELCO (bolak balik sama saja)
3. Lihat penunjukan jarum pada papan skala.

Kesimpulan Hasil Pengukuran

• Jarum menunjuk angka & kembali ke tempat semula : elco baik
• Jarum menunjuk angka & tidak kembali ke tempat semula : elco bocor
• Jarum tidak bergerak sama sekali : elco putus
• Jarum menunjuk angka nol : elco short


Mengukur Kapasitor Non Polar Dengan Multitester

Sebenarnya cara ini juga kurang pas untuk cek kapasitor, dan cara yg tepat mengukur elco adalah dengan CAPACITANCE METER, dan dia akan menunjukkan kapasitas yg sebenarnya yg dimiliki elco itu. Tapi cara ini juga lumayan cukup membantu, berikut caranya :

1. Putar batas ukur pada Ohmmeter X1K / X10K
2. Hubungkan probe ke masing-masing kaki kapasitor (bolak balik sama saja)
3. Lihat penunjukan jarum pada papan skala.



Kesimpulan Hasil Pengukuran
• Jarum menunjuk angka kemudian & ke tempat semula : kapasitor baik
• Jarum menunjuk angka tdk kembali ke tempat semula : kapasitor bocor
• Jarum tidak bergerak : kapasitor putus
• Jarum menunjuk angka nol : kapasitor short


UpDate  :
Cara Gampang Melacak ELCO rusak silahkan baca dihttp://ekohasan.blogspot.com/2011/07/cara-melacak-elco-rusak-dengan-esr.html

BERSAMBUNG KE PENGENALAN DIODA .............


- 
    

Posting lain yang mungkin ingin anda baca :

Cara membuat power bank

Tidak bermaksud menggurui namun saya ingin memperjelas rangkaian power tersebut berfungsi dengan baik asalkan jangan sering-sering digunakan, karena sifatnya hanya digunakan saat darurat saja.
Rangkaian charger portable USB ini sebenarnya sudah marak di dunia elektronika, terdiri rangkaian sederhana berbasis IC Regulator LM7805 output tegangan 5 volt sebagai kuncinya.

Kenapa mesti 5 volt, ko bukan 3,7 volt seperti tegangan baterai ponsel?

Pertanya yang sangat bagus. Sebab untuk proses pengisian ulang battery dibutuhkan tegangan lebih tinggi dari tegangan yang diisi. Jadi dengan tegangan output 5 volt dari LM7805 sangat wajar, untuk tegangan sumbernya harus di atas 5 volt (6 volt, 7.2 volt, 9 volt, dan 12 volt).

Perhatikan gambar Rangkaian Power Bank berikut:

rangkaian-power-bank
Komponent List: 
1    BT1 = Battery 7.4 Volt, 
2    C2 = 1000uF/16V 
3    C3 = 470uF/16V 
4    R1 = 150 ohm 
5    D1 = LED 
6    U1 = LM 7805
Tata Letak Komponen di PCB akan terlihat seperti ini, Ini terlihat dari atas PCB seolah-olah warna kuning komponen di gambar bawah ini adalah komponennya terlihat dari atas.

 Gambar tata letak komponen dari atas, Layout PCB dibuat dengan cara di cutter


Gambar rangkaian
rangkaianpowerbank-schematic

Keunggulan Rangkaian USB Portable Power bank

  • Battery sumber BT1 bisa diisi ulang menggunakan adaptor/ power supply 10 volt, dengan Open Switch SW1.
  • LED 1 sebagai indikator proses pengisian ulang sedang berjalan.
  • Saat pengisian Battery BT1 saklar SW1 bisa di close scwitch sekaligus pengisian ponsel.

Semoga artikel membuat dan merakit rangkaian power bank ini bisa berguna untuk gadget anda selama perjalanan atau pekerjaan dilapangan

simbol dan fungsi komponen elektronika

Koleksi Simbol dan Fungsi Komponen Elektronika | Dalam menganalisa rangkaian elektronika atau membuat skema rangkaian elektronika, kita harus tahu komponen-komponen yang digunakan. Komponen-komponen ini dalam skema rangkaian elektronika diigambar berdasarkan simbol-simbol yang sudah ditentukan.

Fungsi simbol-simbol komponen elektronika yaitu untuk mempermudah dan mengetahui karakteristik komponen dalam sebuah rangkaian elektronika.  

Belajar elektronika haruslah memahami dan mengetahui, simbol-simbol komponen yang digunakan dalam sebuah rangkaian elektronika. Seperti halnya jika kita ingin memperbaiki peralatan elektronika, perusahaan pembuat peralatan akan menggambar rangkaian yang di produksinya pada skema rangkaian sehingga para pengguna/ teknisi akan mudah melacak kerusakan pada peralatan tersebut.

Pada gambar berikut adalah koleksi simbol-simbol komponen elektronika yang banyak digunakan dalam rangkaian elektronika :

Simbol Komponen Resistor
Fungsi Komponen Resistor
Koleksi Simbol dan Fungsi Komponen Elektronika
Resistor
Resistor berfungsi sebagai penghambat arus yang mengalir dalam rangkaian listrik
Koleksi Simbol dan Fungsi Komponen Elektronika
Resistor
Koleksi Simbol dan Fungsi Komponen Elektronika
Potensio Meter
Resistor berfungsi sebagai penghambat arus dalam rangkaian listrik, nilai resistansi dapat diatur
Koleksi Simbol dan Fungsi Komponen Elektronika
Potensio Meter
Koleksi Simbol dan Fungsi Komponen Elektronika
Variable Resistor
Resistor berfungsi sebagai penghambat arus dalam rangkaian listrik, nilai resistansi dapat diatur
Koleksi Simbol dan Fungsi Komponen Elektronika
Variable Resistor

Simbol Komponen Condensator
Fungsi Komponen Condensator
Koleksi Simbol dan Fungsi Komponen Elektronika
Condensator Bipolar
Berfungsi untuk menyimpan arus listrik sementara waktu
Koleksi Simbol dan Fungsi Komponen Elektronika
Condensator Nonpolar
Koleksi Simbol dan Fungsi Komponen Elektronika
Condensator Bipolar
Electrolytic Condensator (ELCO)
Koleksi Simbol dan Fungsi Komponen Elektronika
Kapasitor berpolar
Electrolytic Condensator (ELCO)
Koleksi Simbol dan Fungsi Komponen Elektronika
Kapasitor Variable
Condensator yang nilai kapasitansinya dapat diatur

Simbol Komponen Dioda
Fungsi Komponen Dioda
Koleksi Simbol dan Fungsi Komponen Elektronika
Dioda
Berfungsi sebagai penyearah yang dapat mengalirkan arus listrik satu arah (forward bias)
Koleksi Simbol dan Fungsi Komponen Elektronika
Dioda Zener
Penyetabil Tegangan DC (Searah)
Koleksi Simbol dan Fungsi Komponen Elektronika
Dioda Schottky
Dioda dengan drop tegangan rendah, biasanya terdapat dalam IC logika
Koleksi Simbol dan Fungsi Komponen Elektronika
Dioda Varactor
Gabungan Dioda dan Kapasitor
Koleksi Simbol dan Fungsi Komponen Elektronika
Dioda Tunnel
Dioda Tunnel
Koleksi Simbol dan Fungsi Komponen Elektronika
LED (Light Emitting Diode)
Akan menghasilkan cahaya ketika dialiri arus listrik DC satu arah
Koleksi Simbol dan Fungsi Komponen Elektronika
Photo Dioda
Menhasilkan arus listrik ketika mendapat cahaya

Simbol Komponen Transistor
Fungsi Komponen Transistor
Simbol dan Fungsi Komponen Elektronika
Transistor NPN
Arus listrik akan mengalir (EC) ketika basis (B) diberi positif
Simbol dan Fungsi Komponen Elektronika
Transistor PNP
Arus listrik akan mengalir (CE) ketika basis (B) diberi negatif
Simbol dan Fungsi Komponen Elektronika
Transistor Darlington
Gabungan dari dua transistor Bipolar untuk meningkatkan penguatan
Simbol dan Fungsi Komponen Elektronika
Transistor JFET-N
Field Effect Transistor kanal N
Simbol dan Fungsi Komponen Elektronika
Transistor JFET-P
Field Effect Transistor kanal P
Simbol dan Fungsi Komponen Elektronika
Transistor NMOS
Transistor MOSFET kanal N
Simbol dan Fungsi Komponen Elektronika
Transistor PMOS
Transistor MOSFET kanal P

                 http://dien-elcom.blogspot.com/2012/06/koleksi-simbol-dan-fungsi-komponen.html